Ingin
seperti yang lain hidup dalam ketenangan tanpa ada teriakan dan bentakan.
Lembut
pada didik, tidak memaksa, dan mendengar terlebih dahulu.
Selalu
siap mendengarkan keluh kesah, bukan hanya memberi wejangan.
Menjaga
dalam segala bukan sebagian.
Bersikap
layaknya seorang yang memang seharusnya.
Tidak
mengungkit hal yang telah lalu.
Menjadi
penyemangat bukan pemberi tekanan.
Mendukung
setiap hal yang memang positif, bukan malah mengekang.
Secara
tidak sadar memberi nilai kehidupan yang buruk.
Berpolah dengan tidak
selayaknya.
Mewarnai hari dengan
teriakan dan bentakan.
Bukan tidak menganggap,
hanya lelah tiap berkata selalu salah.
Jangan salahkan yang
ada disini.
Tengoklah, pelajarilah,
cari taulah.
Tidak bisakah untuk
bersikap lembut?
Menegur dengan halus?
Tak taukah bahwa
sekarang dampak yang ditimbulkan sangat dashyat?
Sehingga tidak tau jati
dirinya seperti apa?
Merasa dipenjara dengan
segala hal yang bertitle ‘terbaik’.
Tak taukah bahwa mimpi
ini telah terenggut?
Telah hancur?
Bahkan musnah.
Berpura-pura menutup
telinga, berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Itu sangat sulit,
bahkan hati ini telah banyak tergores.
Membekas sehingga
menjadi nanah.
Hanya diam membisu
mendengar bentakan demi bentakan.
Bisakah rubah itu
semua?
Dampaknya sangat
dashyat, bahkan sampai dipraktekkan dilingkungan.
Seperti seorang
psikopat kelaparan.
Oh, tunggu bahkan
mungkin sudah menjadi seseorang yang hilang arah.
Tak tau jalan mana yang
harus dituju, arah mana yang harus dituruti.
Buta dalam segalanya,
hanya kegelapan dan merah kelam yang melekat.
Dengarlah jerit
frustasi hati ini.
Jangan dengar jerit
jerit disekitar, cukup dengar jerit yang ada disamping.
Biarlah walau hanya
sedikit yang terdengar, asal ada yang terdengar.
Apalah arti ini semua jika
tak ada sedikitpun dorongan.
Ingin menggapai bintang
malah jatuh terjerembab ke jurang keputus asaan.
Menjadi seorang yang
terkucilkan, selalu salah dimata semua.
Tidakkah ada dorongan?
Oh, bahkan sampai bosan
meminta itu semua.
Dorongan dan dukungan hanya
diberikan pada mereka yang dianggap layak.
Padahal semua yang ada
juga layak untuk mendapat itu semua.
Mengecilkan hati dan
hanya bisa menarik paksa layaknya kerbau.
Bukan membesarkan dan
memberi dukungan layaknya mereka yang diberi dukungan.
Yah, terkadang ingin
bebas seperti burung diatas sana.
Ingin lepas dan pergi
dari kurungan ini.
Tertekan dengan tekanan
yang kasat mata.
Oh, sungguh hati ini
sudah mencapai batas maksimalnya.
Ingin pergi, dan
berkata “tempatku bukan disini”
Lalu menghilang bersama
angin yang bertiup kencang.
Menerbangkan semua
keputus asaan, dan tekanan yang ada.
Mengobati hati yang
telah bernanah.
Memberi jiwa jalan dan
arah yang tepat.
Membebaskan semua beban
yang ada.
Hilang.
Hilang.
Dan.
Hilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar