ehem.. tes tes tes 1 2 3..
okeh lancar..
okeh lancar..
seperti gambar diatas, saat ujian nasional berlangsung dilarang ada yang mencontek -_- yah hanya sekedar pemberitahuan sajalah kalau dilarang, selebihnya terserarh kalian semua :p wkwk
ehem disini saya sebagai narasumber :p -kelas 12- yang baru melaksanakan UN tingkat SMA kemarin. you know lah.. UJIAN NASIONAL tingkat SMA kemarin banyak banget kesalahannya. dimulai dari distribusi soal yang salah alias acak kadut, pengunduran jadwal ujian nasional di 11 provinsi di indonesia -jelaslah orang indonesia doang yg ada un nya-_- sampai kekurangan soal ditiap-tiap sekolah.
saat ujian kemarin dimulai dari hari pertama... sebelum masuk yah seperti murid kebanyakan buka-buka dulu buku takutnya pas masuk kedalem gak bisa apa-apa hehe
hari pertama bahasa indonesia, hari pertamakan suka deg-degan tuh. dan ini asli deg-degan haha apalagi pas dikasih soal dan tentang rumaor-rumor 20 paket plus pake barcode gileee tangan gemeter plus keringetan dong -,-
nah, pas nerima soal langsung diperiksakan tuh takut-takut ada yang salah nanti kalo salah kan harus ganti sama lembar jawabannya. nah, hal yang paling mendebarkan selain ditembak sama cowo yang kita suka -cielah- yaitu menobekan lembar jawaban -_- bisa dibanyangin gak tuh, kita yang deg-degan dan mau ngisi tuh soal masih harus direpotkan dengan lembar jawaban yang harus kita copot sendiri -_- masih mending tuh kertas bener, ini ada ynag sobeklah, yang salah mata pelajaranlah padahal kan itu lembar udah nyatu sama soal tapi tetep aja salah =_= herman.. eh heran..
hari pertama berhasil dilalui dengan damai eits gak terlalu damai juga soalnya nih yah, bete banget sama lembar jawaban yang PEMERINTAH kasih buat kita ngisi tuh soal eh ternyata TIPIS BANGET!!! setipis TISU tau gak -- kayaknya bagus kertas hvs biasa daripada LJUN. kalau ngehapus lembar jawaban yang ada malah kertasnya ke gulung alias kayak mau lepas -iniapa- tintanya juga luntur pas di hapus -_-
dan harihari selanjutnya pun begitu -males cerita-
Masuk ke inti..
dear pemerintah -kemendikbud-
saya sebagai pelajar kelas 12 SMA di INDONESIA sangat menyayangkan sekali dengan UJIAN NASIONAL tahun ini, yang katanya mutunya lebih TERJAMIN. bapak mentri yang baik hati dan tidak sombong, bisakah bapak melihat langsung kelapangan bagaimana pola belajar tiap sekolah diindonesia, jadi bapak gak segampang itu bikin kelulusan seorang siswa se-indonesia ditentukan oleh negara dengan tingkat kesulitan yang merata. mana pendidikan yang adil dan merata? adil dan merata bukan berarti seluruh indonesia harus sama, tapi adil dan merata disini sesuai dengan pola yang ada disekolah mereka. pola pendidikan diindonesia yang tidak sama terbukti dengan adanya sekolah berlebel SBI dan RSBI saja sudah membedakan tingkatan pendidikan dan pola belajar mereka, dengan kelas akselerasipun disamakan -_- apakah itu adil bagi mereka yang bersekolah dipedalaman dan hanya dilengkapi fasilitas sekadarnya?
Ujian nasional juga menguras tenaga kami, karena secara turun temurun jika kelas 12 mendekati ujian nasioanl sekolah akan mengadakan jam pelajaran tambahan atau pengayaan, dan itu sejujurnya bagi kami adalah sebuah "penganiayayaan" karena fisik kami yang seharusnya istirahat pada jam-jam segitu dituntut untuk beraktivitas, makanya gak heran kalo selama pengayaan banyak bgt yang sering ijin karena sakit. kadang heran deh sama pemerintah, niatnya ngadain UJIAN NASIONAL kan katanya untuk menaikkan mutu pendidikan indonesia tapi kenyataan dilapangan adalah menurunkan mutu pendidikan diindonesia, kenapa saya bilang begitu? karena pada kenyataan pelaksanaan un bukan sebuah kejujuran dan kepercayaan diri yang ada, tapi kepesimisan dan kebohongan besar.
saya juga heran sama bapak mentri, kenapa bapak menyalahkan percetakan karena belum selesainya soal dicetak dan kualitas kertas yang buruk?
seharusnya, bapak sebagai orang yang berpendidikan tau dong kalau percetakan itu segimana yang nyuruh dan dana yang dia dapat untuk mencetak soal tersebut. harusnya, bapak intropeksi deh sama kebijakan-kebijakan yang bapak buat. niatnya sih bagus "meningkatkan mutu pendidikan indonesia" tapi caranya ituloh yang salah ujian nasional diperketatlah. harusnya yang diperbaiki itu kurikulumnya yang seharusnya satu indonesia itu sama rata. dan seharusnya bapak juga bertanggung jawab akibat kegagal ujian nasional kali ini, bukannya malah menyalahkan yang lebih dibawah bapak, mereka semua bekerja atas perintah dan petunjuk bapak, sharusnya bapak dong yang bertanggung jawab, in malah menyaahkan mereka yang justru adalah orang-orang yang bapak beri perintah dan petunjuk.
bagi kami anak kelas 12, ini adalah sebuah ketidak adilan, bapak bisa bayangkan sendiri kami belajar selama 3 TAHUN dan hanya ditentukan dalam kurung waktu 4 HARI itu juga ditentukan dengan sistem liberal. saya aneh, indonesiakan negara demokrasi, tapi kenap pendidikannya liberal-_- buat apa ada otonomi daerah kalau pusat sendiri yang menentukan. seharusnya pusat, memberi tugas pada daerahnya masing-masing untuk mengetahui tingkat sekolah mereka seperti apa, jadi bisa diputuskan untuk membuat soal didaerah sesuai dengan kemampuan.
to be continued..
