Hari ini hari yang amat
menyenangkan bagi Ify, Sivia, Agni, dan Zevana. Keempat sahabat ini selalu
bersama-sama dimanapun dan kapanpun.
Tak ada
hari tanpa bermain, indahnya masa-masa yang mereka lalui. Tapi dimana ada
kebersamaan pasti akan ada perpisahan, ya perpisahan yang tidak mereka inginkan.
Hari
menjelang sore keempat sahabat ini beranjak dari taman dimana biasanya mereka
menghabiskan waktu bersama. Disetiap akan berpisah atau dalam kata lain pulang
ke rumah masing-masing mereka selalu saja bersedih.
“temen-temen
jangan sedih gitu dong, besok juga kita bisa main lagi.” Seru ify pada
teman-teman nya karna memang diantara mereka ber empat ify lah yang paling
dewasa.
“tapi
fy kami kan masih pengen main.” Tukas zevana yang menunduk.
“udah
jangan pada sedih gitu besok ify janji deh kita semua bakalan main lagi.”
“beneran
ya fy janji.” Seru sivia.
“iya
via, yaudah ify pulang dulu ya. Dadah..”
Ify
pulang sendiri karna memang rumah ify tak sejalan dengan ketiga temannya itu.
Sepanjang jalan ify hanya bersenandung kecil sambil menendang-nendang batu
kerikil matanya pun tak melihat kejalan raya namun hanya menunduk.
Ify
telah sampai depan rumahnya, ia hanya tinggal menyebrang jalan saja. Namun
karna ketidak hati-hatian nya menyebrang tanpa melihat ke kanan dan kiri
tiba-tiba ada sebuah mobil truk besar yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Aaaaaaaa
teriak ify kencang namun sayang truk itu tidak dapat menghentikan laju mobilnya
dengan seketika dan…
Brakkk
mobil itu menabrak ify hingga ify terpental jauh. Dan seketika itu pula mama dan papa ify keluar dari dalam
rumah karna mendengar bunyi benturan yang sangat kencang.
Menangis ya itulah yang dapat
dilakukan mama ify melihat anaknya tersayang terpental jauh dengan tubuh
berlumuran darah.
Mama
dan papa ify segera berlari menghampiri anaknyayang sudah tak berdaya itu.
“hiks.
.hiks ify kenapa sayang, ify bertahan ya nak.” Isak mama ify yang tak mampu
lagi membendung air matanya itu.
“ma.
.ma i. .hhh if. .ify gak ku. .hh gak kuat maa. .sa. .kitt banget ma. .hhh. .”
ucapan ify pun kini mulai terbata-bata.
“mama.
.pa. .paa izinin if. .hh ify tidur. .hh ya ma . .pa. .kep. .kepala ify sa. .hhh
sakit ba. .hhh banget. .”
“hiks.
.hiks sayang apa maksud kamu nak?” Tanya mama ify sambil tetap menangis.
“ify
gak boleh ngomong gitu sayang ify harus bertahan ya, ify gak boleh pergi ify
anak cewek papa satu-satunya nak.” Seru papa ify dengan nada bergetar.
“tapi
pa. .hh ma. .ify gak. .ify gak kuat lagi. .hh ify ca. .ify capek. .ma hh. .pa
tolong. .kk. .kasih hand. .handycam yang. .hh ada di kamar ify. .hh ke siv.
.sivia, agni. .hh dan zevana, ss. .suruh deva. .hh juga menon. .menonton nya.
.hhh ify ss. .sayang mama. .hh dan papa juga. .hhh deva.”
Itulah
perkataan terakhir yang keluar dari mulut ify dengan nafas yang tersenggal-senggal
ify mencoba berbicara sekuat tenaga nya dan hebusan nafas terakhir itu pun
mengakhiri nya.
Kini
ify telah pergi , pergi meninggalkan semua nya meninggalkan sahabat nya, orang
tua nya, adiknya, bahkan seseorang yang sangat ify sukai.Rio.
*
Keesokan
harinya pemakaman ify di lakukan semua keluarganya menangis tersedu-sedu tak
terkecuali deva adik tersayang ify.
“kak
kenapa kakak tinggalin deva kak, apa kakak udah gak sayang lagi sama deva? Apa
kakak benci sama deva? Sampai-sampai kakak ninggalin deva. Gak akan adalagi kak
ify yang bawel, yang lucu, yang cantik dan selalu bantuin deva. Nanti kalau
deva susah deva minta tolong kesiapa kak selain kakak? Hiks. .hiks. .” tangis
deva tersedu menyadari kenyataan kakak tersayang nya telah tiada untuk
selamanya.
Di
pemakaman sahabat ify tak ada satupun yang datang karna memang mereka tak
diberi tahu dan yang diberi tahu hanya keluarga terdekat saja.
Rintik
hujan turun cukup deras seakan tahu rasa sedih yang kini dirasakan keluarga ify
yang kehilangan salah seorang keluarganya. Pemakaman pun mulai sepi
satu-persatu pelayat telah pergi kini hanya ada Deva, Mama Winda (mama Ify),
dan Papa Joe (papa Ify) mereka bertiga masih menagis tersedu berkabung yang
paling dalam yang dirasakan karna kehilangan anak tercintanya.
“fy
kamu yang tenang disana ya sayang mama dan papa juga deva selalu mendo’akan
yang terbaik untuk ify.” Ucap mama ify bergetar mencoba meng ikhlaskan anak nya
tersayang.
“fy ini
papa, fy semoga kamu disana diterima disisi allah ya nak kami mendo’akan yang
terbaik.”
“kak
ini gue deva, kak gue gak tau lagi harus kya gimana? Disatu sisi gue seneng
karna gak aka nada lagi yang gangguin gue tapi di sisi lain gue sedih kak
gimanapun juga lo itu kakak gue tersayang, kak gue gak akan bisa apa-apa tanpa
lo kak, n’tar siapa yang dengerin curhat gue, siapa yang kasih saran ke gue,
siapa yang support gue biar bisa lebih baik , siapa yang bakal bantuin gue
ngerjain PR dan siapa yang akan berantem lagi sama gue kak? Gak ada dan
sekarang gue bener-bener ngerasain gimana rasanya kehilangan orang yang sangat
gue sayang dan sangat berarti di hidup gue kak.”
“gue
sayang lo gue janji bakal nengok lo setiap hari kak.” Lanjut deva dengan suara
yang bergetar.
“gue
pulang ya kak, bye.” Pamit deva melambaikan tangan.
*
Di
taman tempat biasa Ify dkk bermain kini sepi, sudah berjam-jam sivia, zevana,
dan agni menunggu ify namun ify tak kunjung datang.
“ih si
ify mana sih? Katanya mau main lagi, gue udah lumutan gini nih.” Kesal zevana.
“udah
ze sabar aja, paling ify lagi ada urusan sebentar mending kita tunggu dulu
aja.” Usul sivia yang di angguki oleh agni.
“huft,
iya deh.”
Namu
dari arah yang berbeda terlihat deva tengah berlari menuju mereka.
“eh tuh
si dedep, samperin yuk.” Ajak agni.
“kemonn..”
kompak sivia dan zevana.
“kak
agni, kak zeva, kak via. .hosh hoshh. . .” teriak deva ngos-ngosan.
“aduh
dep, lo nafas dulu deh yang bener.” Saran agni.
“eh
deva, si ify mana sih? Lama banget, gak tau yah kita ini disini udah hamper 3
jam nungguin ify. Gak on time banget sih.” Cerocos zevana bersungut-sungut.
Jlebbbb
bagaikan pisau yang menusuk hati deva.
“kak
ify. .” lirih deva.
“lo
kenapa dev?” Tanya sivia.
“sekarang
ayo kalian semua ikut gue ke rumah, gue mau nunjukin sesuatu.” Perintah deva
yang langsung jalan duluan meninggalkan agni, sivia, dan zevana.
“eh
dev, lo jawab dong si ify kemana dia tuh udah janji mau main hari ini.” Bentak
zevana kesal.
“kak,
lo bisa diem gak sih plis jangan sebut nama kak ify.” Bentak deva menghentikan
langkahnya.
“deva…”
kaget mereka bertiga.
“udah
lo bertiga gak usah banyak omong deh, cepet ikut gue ke rumah.”
“iya.
.iya.”
*
10
menit saja mereka sudah sampai di rumah deva dan ify, deva pun menyuruh ketiga
sahabat ify untuk mengikuti nya ke kamar ify.
Sesampainya
di kamar ify ia memberikan sebuah handycam kepada ketiga sahabat ify.
“kalian
setel itu sambungin ke tv, gue juga belum liat.” Suruh deva yang sudah duduk
bertengger di kasur ify.
“oke..”
sivia pun memasukan kabel handycam dan menyambungkan nya ke tv.
1 2 3.
. .
Alyssa’s
Memorian. .
“hayyy
guys apa kabar? Hehe. .sorry yah ify gak bisa tepatin janji ify buat main sama
kalian, maaf banget ify pergi secara tiba-tiba. Oh ya guys, ify cuman mau minta
maaf karna selama ini ify selalu aja nysahin kalian, bikin kesel, bikin kalian
marah karna tingkah ify. Maaf banget ya guys tapi itu tanpa disengaja.”
Melihat
video kakak nya itu mata deva pun mulai berkaca-kaca. Namun buru-buru ia
menghapus air matanya itu.
“buat
zevana, sorry yah ze ify gak bisa tepatin janji ify untuk main sama zeze, ify
pergi tanpa pamit sorry banget yah ze pliss jangan benci ify. Buat sivia, via
sorry yah ify selalu nyusahin via kdang juga ify suka ledekin via kalo via abis
jalan bareng kaki el sorry banget yah via. Buat agni, agnoyyy ify minta maaf
yah ify suka nyusahin agni hiks. .hiks ify inget dulu agni yang udah selametin
ify dari tabrakan itu ify udah hutang nyawa sama agni, tapi maaf ag ify belum
bisa balasnya.” Perkataan ify berhenti sejenak untuk menarik nafas. Tanpa
terasa butir demi butir air mata deva mengalir melihat video ify.
“buat
adek ku tersayang deva, dev maafin kakak yah bukan nya kakak gak sayang deva
tapi ini memang harus terjadi maafin kakak ya dev, kakak selalu sayang deva
kemarin, hari ini, esok dan seterusnya kakak akan sayang deva, kakak mohon deva
jangan benci kakak yah kakak gak akan tenang kalo deva benci kakak pliss ya
dev.” Dalam video itu ify memohon-mohon layaknya seorang anak yang bersujud.
“enggak
kak deva gak akan benci kakak.” Balas deva pelan.
“duh
kok jadi mellow ya? Hemmm gak papa deh intinya ify cuman mau minta maaf sama
kalian semua oh ya ag, vi, ze tolong bilang ke kak rio yah kalo ify itu ngefans
sama kak rio hehe. Bukan cuman ngefans tapi ify tuh cinta banget sama kak rio
pokoknya Mario Alyssa Forever deh.
Yaudah
udah dulu yah ify ngantuk pengen bobo tapi jangan di bangunin lagi yah byee allJ.”
Alyssa’s Memorian End---
Agni,
sivia, dan zevana bingung dengan maksud video ini, why apa maksudnya? Seakan
memang benar deva mengerti apa yang difikirkan ketiga sahabat kakak nya ini.
“kak
ify udah meninggal.” Ucap deva yang membuat agni, sivia, dan zevana langsung
melototkan matanya.
“dev,
lo kalo ngomong yang bener dong. Gimana kalo ify beneran meninggal lo mau hah?”
bentak agni kesal.
“emang
udah terjadi kali kak.” Seru deva dengan nada suara bergetar.
“maksud
lo apa sih dev? Plis deh lo jangan ngomong yang nggak-nggak, gak lucu tau.”
Seru zeva emosi.
“kak
ify meninggal kemarin karna kecelakaan, kak ify ketabrak mobil truk yang lagi
lewat pas mau nyebrang dan tubuh kak ify terpental lumayan jauh untung aja mama
dan papa denger suara benturan keras itu kalo enggak gue gak tau kak ify udah
gimana.” Jelas deva.
“a.
.apa? jadi ify beneran meninggal?” Tanya sivia syok dan tak percaya.
“iya.”
“anter
kita ke makan ify.” Ucap zevana dingin dan bergegas keluar dari kamar ify,
dengan air mata yang membanjiri pipinya.
*
Di
makam ify kini telah ada deva, agni, sivia, zevana dan tak lupa juga mereka
mengajak RIO seorang yang sangat ify sukai.
“ini
makam kak ify.” Tunjuk deva pada makam yang bertuliskan Alyssa Saufika wafat 32
jan.
“ifyyyyyyy…”
teriak agni, sivia, dan zevana yang tak menyangka akan kehilangan sahabat nya
yang amat sangat mereka sayangi itu secepat ini.
“kenapa
tuhan? Kenapa engkau ambil ify secepat ini tuhan. Hiks. .hiks. .” tangis sivia.
“fy, lo
jahat banget lo ninggalin gue, sivia, dan agni tanpa lo fy lo jahat. Hiks.
.hiks. .” ucap sivia sambil menangis tersedu.
“yo..”
panggil agni pada rio yang sedari tadi hanya mematung menyaksikan mereka
menangis.
“eh iya
apa?” seru rio kaget.
“ify
sebenernya suka sama lo udah lama sejak 1 tahun yang lalu disaat MOS, dia gak
berani ungkapin nya dan dia cuman bilang ke gue, sivia, sama zeva doing. Dia
sakit hati yo pas liat lo lagi berduaan sama kak shilla. Apa lagi kak shilla
pernah labrak ify gara-gara ify nyamperin lo waktu itu.” Jelas agni terisak.
“a.
.apa? jadi selama ini ify suka sama gue?” Tanya rio tak percaya. Oh god kenapa
engkau ambil putrid impian ku? Kenapa engkau ambil secepat ini padahal aku
belum sempat membahagiakan nya tuhan. Batin rio pedih.
“iya.
.” angguk semua mantab.
Rio
yang sedari tadi hanya berdiri mematuing kini menghampiri makam ify.
“ify ini
rio fy, fy maafin rio yah karna udah sia-siain cinta kamu. Jujur sebenarnya rio
juga suka sama kamu fy sejak awal kita ketemu rio udah mulai ngerasain nya tapi
rio gak berani buat ungkapin nya. Masalah rio sama shilla itu gak ada apa-apa
kami cuman teman tapi shilla lah yang berharap lebih fy. Rio cinta banget sama
kamu fy.” Ungkap rio tanpa ia sadari air matanya pun meleleh.
“izinin
gue buat nyanyi lagu buat ify.” Pinta rio. Agni, sivia, zevana dan deva hanya
mengangguk.
Telah
lama sepi dalam langkah sepi..
Tak
pernah ku kira bahwa akhirnya..
Tiada
dirimu disisiku..
*(chours)
Meski
waktu datang dan berlalu..
Sampai
kau tiada bertahan..
Semua
takkan mampu mengubahku..
Hanya
kaulah yang ada di relungku..
Hanyalah
dirimu..
Mampu
membuatku jatuh dan mencinta..
Kau
bukan hanya sekedar indah..
Kau
takkan terganti..
Tak
pernah kuduga..
Bahwa
akhirnya tergugat janjimu ..
Dan
janjiku..
*(chours2x)
Meski
waktu datang dan berlalu..
Sampai
kau tiada bertahan..
Semua
takkan mampu mengubahku..
Hanya
kaulah yang ada di relungku..
Hanyalah
dirimu mampu membuatku..
Jatuh
dan mencinta..
Kau
bukan hanya sekedar indah..
Kau
takkan terganti..
*Kahitna-Takkan
Terganti*
Rio
mengakhiri lagunya, ia menyeka air mata yang sudah meluncur deras.
“lagu
itu buat lo fy, special buat lo.” Ucap rio dengan suara yang bergetar menahan
tangis.
“yaudah
fy kita pulang dulu, lo jaga diri yah. Bye ify kita janji besok kita kesini
nyanyiin lagu special buat lo.” Ucap agin yang di angguki sivia, zevana, dan
rio.
Mereka
pun pergi meninggalkan makam ify karna langit mulai mendung.
*
Esok
nya, tepat sepulang sekolah Agni, Sivia, Zevana, Rio, Gabriel, Cakka dan Alvin
telah bersiap untuk menuju makam ify, Gabriel, Cakka dan Alvin yang baru
mengetahui bahwa ify meninggal sangatlah syok tak menyangka seorang Alyssa yang
sangat periang telah pergi dengan cepatnya meninggalkan mereka.
30
menit perjalanan mereka sudah sampai di pemakaman umum Pelita Harapan. Dan
dengan segera menuju makam ify.
“siang
fy, kita dating lagi nih, sekarang kita dating nya sama kak Cakka, kak Gabriel,
dan kak Alvin mereka bertiga syok banget loh fy tau kamu ninggalin kita. Kamu
sih perginya cepet banget.” Cerocos sivia panjang lebar. Gabriel yang melihat
sivia begitu sangat terpuruk dengan kepergian ify merasa sangat prihatin.
“fy
seperti janji kita kemarin kita mau nyanyi lagu special buat lo kak rio juga
udah bawa gitar lo.” Kini zevana yang ikut-ikutan.
“oke
guys sekarang aja 1. .2. .3. .” aba-aba Alvin.
Berjanjilah..
Wahai
sahabatku..
Bila
kau tinggalkan aku..
Tetaplah
tersenyum..
Meski
hati..
Sedih
dan menangis..
Kuingin
kau tetap tabah..
Menghadapinya..
Bila
kau harus pergi..
Meninggalkan
diriku..
Jangan
lupakan aku..
Semoga..
Dirimu
disana.
Kan
baik-baik saja..
Untuk
selamanya..
Disini
aku kan selalu..
Rindukan
dirimu..
Wahai
sahabatku..
*Rio
IC3-Rindukan Dirimu*
“fy
lagu itu kak rio bikin special buat lo.” Seru agni yang mulai menangis.
“pokoknya
kita semua janji fy akan selalu jadi sahabat, hari ini, esok, lusa dan
selamanya. Cuman buat lo fy.” Kompak rio, Alvin, zevana, cakka, agni, sivia dan
Gabriel.
“Best
Friend Forever For Alyssa Saufika Umari.” Kompak mereka sambil menaburi bunga
di makam ify.
^TAMAT^
Gaje
yahh?? Gapap yang penting saya cantik :p